Kamis, 02 Juni 2022
Jumat, 23 April 2021
Senin, 05 April 2021
Dede Melda- Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1 Pemimpin Pembelajaran
Edit Posted by Aku: Dede with No commentsSiapakah Pemimpin Pembelajaran? Kita Atau Kamu!
Cerita ini saya mulai dari bagian paling awal dalam modul 3 pada LMS guru penggerak. Modul 3.1 itulah namanya dengan judul modul "Pemimpin Pembelajaran. Kata pemimpin pembelajaran seakan tidak asing bagi saya. Akan tetapi, sarat makna untuk memahami dengan penuh kehati-hatian. Makna yang menggambarkan tentang kepahaman tentang modul ini.
Saya akan mengenalkan modul ini secara apik untuk dibaca dan diserapi bersama. Apik membersamai kita yang kelak akan menjadi pemimpin pembelajaran di sekolah masing-masing untuk menggapai peran yang sesuai dengan tuntunan. Modul ini akan bercerita tentang keputusan-keputusannya dalam menghadapi berbagai kondisi yang ada. Modul yang mengajarkan kita memilah antara dilema etika dan bujukan moral. Kita akan bersama untuk singgah pada ujung bahwa itu tentang keduannya. Keduanya yang memiliki makna yang jauh berbeda antara benar vs benar atau salah vs benar. Mari, saya ajak bersama menyelami pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.
Ilmu pengetahuan tidak akan pernah habis dimakan usia, tetapi ia terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Terlebih lagi pada masa 4.0 seperti sekarang, informasi dengan cepat untuk menyebar. Kemudian, hati kecil saya akan bertanya ketika saya memiliki ilmu segunung dan terus bertumpuk dan tidak pernah saya bagikan dan terus menerus. Apakah itu akan bermanfaat atau tidak? Sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang bermanfaat dan kita mau untuk saling berbagi ilmu kebaikan, terutama ilmu tentang pendidikan karena kita sebagai guru. Banyak cara yang akan saya lakukan untuk mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan di program guru penggerak dari skala kecil hingga terbesar. Hal ini dapat saya lakukan dari lingkungan calon guru penggerak saling berbagi dan curah pendapat, pengambilan keputusan lewat pembelajaran di kelas yang terintgrasi dengan mata pelajaran yang saya ampu, penerapan karakter atau budaya yang ada di sekolah sehingga dapat menjadi adapsi, serta melalui sosialisasi bersama rekan sejawat dan kepala sekolah.
Beberapa hari ini saya mengerjakan LMS tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yang dihadapkan pada analisa kasus dilema etika. Akhirnya saya merencanakan untuk menerapkan pengambilan keputusan yang mengandung unsur dilema etika dengan membuat simulasi kasus di kelas yang saya ampu sebagai wali kelas dan meminta murid atau rekan sejawat untuk menentukan keputusan yang dibuat berdasarkan paradigma atau prinsip pengambilan keputusan. Saya juga akan mengukur keefektivitas pengambilan keputusan berdasarkann pertanyaan pemantik yang disesuaikan dengan 9 langkah yang telah dipelajari modul ini. Saya tidak akan berdiri sendiri seperti patung, tetapi dibantu oleh rekan sejawat dan kepala sekolah untuk mendampingi dalam pengambilan keputusan berdasarkan pertanyaan pemantik yang ada. Sulit memang untuk menerapkan hal baru yang belum pernah kita lakukan. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Tidak ada kata terlambat untuk terus membenahi diri nantinya sebagai pemimpin pembelajaran.
Setiap jalan pasti ada rintangan dan cobaan, tetapi pasti ada alur untuk kita lewati. Begitu juga dengan kita menjadi pemimpin pembelajaran akan ada langkah untuk memulai agar menjadi apik untuk diceritakan. Langkah awal yang saya ambil untuk sebuah keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yaitu harus memahami konsep pemimpin pembelajaran dengan benar sesuai peran dan fungsinya. selanjutnya, saya harus memahami kondisi antara dilema etika atau bujukan moral dalam sebuah permasalahan jadi yang keputusan yang dibuat tidak sekadar berdasarkan keegoisan sebagai individu. Pada tahap ini saya harus mengetahui paradigma atau prinsip yang digunakan dalam keputusan serta penerapan sembilan (9) langkah untuk menguji keputusan yang saya buat. Sembilan langkah ini digunakan sebagai bahan perenungan dan pemikiran saya dalam membuat keputusan. Jika saya ditanyakan kapan saya akan memulai melakukan rencana ini jawaban saya setelah lebaran karena saya dapat menyiapkan simulasi kasus dengan lebih matang dan proses pembelajaran di tahun ajaran baru baru akan dimulai dengan begitu banyak keputusan-keputusan penting yang akan diambil.
Pada akhir tulisan ini tidak ada gading yang tak retak begitupun dengan diri saya. Saya memerlukan rekan sejawat sebagai penyemangat, bertukar pikiran, dan mencari ribuan ide yang baik untuk menciptakan pemimpin pembelajaran yang mampu mengambil keputusan di tengah dilema yang ada. Modul ini mengajarkan kita untuk tidak perlu dengan mudah menyalahkan segala sesuatu dan harus memahami lebih dalam.
“Satu Langkah Membawa Seribu Perubahan”
Jumat, 02 April 2021
Refleksi Terbimbing Modul 3.1 Dede Melda
Edit Posted by Aku: Dede with No commentsKamis, 01 April 2021
Rabu, 27 Januari 2021
PGP-1-KAB.LANDAK-DEDE MELDA-1.3-AKSI NYATA
Edit Posted by Aku: Dede with No commentsPGP-1-KAB.LANDAK-DEDE MELDA-1.4-AKSI NYATA
Edit Posted by Aku: Dede with No commentsMinggu, 10 Januari 2021
eLABORASI Nilai dan Peran guru penggerak
Edit Posted by Aku: Dede with No commentsKamis, 10 Desember 2020
Rabu, 09 Desember 2020
Sabtu, 05 Desember 2020
Koneksi Materi Pentingnya Budaya Positif
Edit Posted by Aku: Dede with No commentsKamis, 26 November 2020
Sabtu, 21 November 2020
Rabu, 18 November 2020
Selasa, 17 November 2020
Konsep Kerjasama Teks Eksplanasi
Edit Posted by Aku: Dede with No commentsSabtu, 14 November 2020
RAN Modul 1.2 Melalui “Permainan Surat Berjalan”Kelas VIII A SMP Negeri 5 Jelimpo Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Teks Eksplanasi untuk menumbuhkan motivasi intrinsik dalam menerima keberagaman dan toleransi perbedaan
Edit Posted by Aku: Dede with No comments
Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata
Judul Modul : Melalui
“Permainan Surat Berjalan”Kelas VIII A SMP Negeri 5 Jelimpo Pada Pembelajaran
Bahasa Indonesia Teks Eksplanasi untuk menumbuhkan
motivasi intrinsik dalam menerima keberagaman dan toleransi perbedaan
Nama
Peserta : Dede Melda
A.
Latar
Belakang
Ada beberapa hal yang
mendasari saya mengambil
rancangan aksi nyata yang berkaitan dengan nilai dan
peran guru penggerak di sekolah. Poin-poin yang
melandasi sebagai berikut.
1.
Hal ini sejalan dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara
karena lebih mementingkan proses yang berjalan untuk mencapai hasil yang
maksimal yaitu budi pekerti.
2.
Pendidik menuntun siswa agar mendapat keselamatan dan kebahagiaan
bagi manusia dan kehidupan di tengah masyarakat.
3.
Sesuai juga dengan kodrat alam dan zaman setiap anak karena pada
dasarnya anak selalu suka dengan permainan.
4.
Sebelum siswa mendapat ujian karakter di masa mendatang, pendidik
telah menuntun menyiapkan karakter mereka.
5.
Abad 21 ini kita sebagai pendidik menuntun siswa kita menjadi
orang yang moderat memiliki ilmu pengetahuan agar mampu saling menghargai
perbedaan dan keberagaman yang ada.
6.
Adanya hal ini pendidik
bersifat reflektif terhadap kegiatan
pemebelajaran peserta didik.
Aksi nyata ini akan melakukan
permainan surat berjalan di
dalam kelas untuk menumbuhkan
motivasi intrinsik pada peserta didik. Adapun permainan ini
sebagai berikut.
1.
Sebuah metode permainan yang dibuat
oleh kelompok kami dengan cara siswa
akan diberikan masing-masing kertas.
2.
Setiap siswa akan menuliskan satu atau dua
kata dari kata kunci yang diberikan pendidik yang
berkaitan dengan keberagaman dan toleransi perbedaan.
3.
Setelah menulis dengan memberikan
kode pada kertas, siswa melipat kertasnya. Kertas yang sudah
ditulis dikumpulkan berdasarkan
deret bangku.
4.
Kemudian pendidik membagikan kertas tersebut kepada siswa lain untuk menyambung jawaban.
5.
Jawaban itu akan
diberikan ke teman sebelahnya
untuk disambungkan sampai di
bangku terakkhir
6.
Setiap
30 detik menulis kertas dipindahkan /digilir kepada teman sebelahnya.
7.
Setelah
waktu yang ditentukan habis, siswa
membacakan hasil tulisan di kertas yang
dipegangnya.
8.
Setelah
semua siswa membacakan tulisan di kertas
yang mereka pegang.
9.
Pendidik
meminta kepada siswa menyimpulkan
manfaat dari permainan yang dilakukan.
B.
Tujuan
Berdasarkan latar belakang di atas CGP
merinci tujuan menjadi dua yaitu tujuan
untuk pendidik dan peserta didik dalam rencana aksi nyata sebagai
berikut.
1. Tujuan Bagi Pendidik
a.
Guru mampu bersifat reflektif pada permainan surat
berjalan pada pembelajaran bahasa Indonesia
“Teks Eksplanasi di kelas VIII A.
b.
Guru berpihak
pada peserta didik pada permainan surat berjalan pada pembelajaran
bahasa Indonesia “Teks Eksplanasi di
kelas VIII A.
2. Tujuan Bagi Peserta Didik
a.
Peserta didik mampu
bersifat terbuka dengan segala
jawaban di dalam permainan.
b.
Adanya permainan ini
peserta didik akan belajar
menghargai perbedaan.
c.
Peserta didik dapat merasakan
keberagaman yang ada dari setiap
jawaban
d.
Permainan ini
mengajarkan kita berkolaborasi
C. Linimasa Tindakan yang Akan
Dilakukan (16-23)
Berdasarkan tujuan
di atas CGP merinci linimasa
yang akan dilakukan sebagai berikut.
|
NO. |
Hari,tanggal |
Deskripsi Kegiatan |
Keterangan |
|
1.
|
Senin, 16
November 2020 |
Pendidik
menyosialisasiakan rencana aksi nyata
tentang permainan surat berjalan
kepada kelas VIII A dengan memperhatikan protokol kesehatan |
Foto atau
Video |
|
Pendidik menjelaskan
poin-poin yang akan dilakukan |
|||
|
2.
|
Selasa, 17
November 2020 |
Pendidik menyiapkan
permainan dan peralatan yang diperlukan |
Foto |
|
3.
|
Rabu, 18
November 2020 |
Simulasi kegiatan yang dilakukan
bersama rekan CGP atau rekan
sejawat |
Foto atau Video |
|
4.
|
Jumat, 20
November 2020 |
Rencana aksi nyata berupa permainan
surat berjalan sesuai
protokol kesehatan |
Foto atau video |
|
5.
|
Sabtu, 21
November 2020 |
Pesan dan
kesan disampaikan oleh peserta didik |
Foto atau video |
D.
Dukungan yang
dibutuhkan
Berdasarkan rencana aksi nyata yang dibuat , CGP memerlukan dukungan sebagai
berikut.
1.
Bahan
dan Alat
a. Kertas
manila
b. Origami
c. Sticky note
2.
Tenaga
a. Keluarga
untuk mendukung moril dan materiil
ketika melakukan proses ini
b. Kepala
sekolah sebagai evaluator program agar program ini lebih
baik dan penanggungjawab
c. Rekan
sejawat ikut serta melaksanakan program
yang dibuat dan
membantu mendokumentasikan.
d. Peserta
didik mengikuti dan
dapat menerapkan sesuai
kesepakatan.
e. CGP
sebagai perancang program, pelaksana,
serta agen perubahan nilai-nilai dan peran guru
penggerak.
3.
Cara
mendapatkan dukungan
a. CGP
mengkomunikasikan rencana aksi
nyata ini kepada pihak yang
terlibat.
b. CGP meminta dukungan kepada semua
pihak yang membantu
c. CGP mencatat bahan dan alat yang
dimiliki CGP untu
kegiatan ini
d. CGP juga
memberitahu kepada peserta didik
untuk membawa peralatan yang
disesuaikan dengan kegiatan
e. CGP mengonfirmasi
kepada kepala sekolah tentang bahan
dan alat yang dapat digunakan
oleh CGP.
f. CGP juga
berkoordinasi dengan rekan se.jawat untuk kegiatan rencana aksi nyata ini dan membantu
untuk mendokumentasikan.
a
Rancangan Aksi Nyata (Penumbuhan Semangat gotong royong dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII A SMP Negeri 5 Jelimpo)
Edit Posted by Aku: Dede with No comments
RANCANGAN TINDAKAN
UNTUK AKSI NYATA
Judul Modul :
Penumbuhan Semangat gotong royong dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII A SMP Negeri 5 Jelimpo
Nama
Peserta : Dede Melda ( SMP
Negeri 5 Jelimpo)
A.
Latar Belakang
Pendidikan
adalah sistem yang memanusiakan manusia dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari ketidakpandaian menjadi pandai. Pendidikan
diselenggarakan juga berkaitan
dengan tujuan yang terdapat
di dalam pembukaan UUD yaitu mencerdaskan
kehidupan bangsa. Pendidikan juga
sebagai tempat pembentukkan
karakter peserta didik agar nantinya
mampu hidup di tengah-tengah masyarakat. Hal ini sejalan
dengan pendapat dari Bapak Pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa
“Pendidikan adalah tempat persemaian
segala benih-benih kebudayaan
yang hidup dalam masyarakat. Pendidikan dan
kebudayaan merupakan pondasi untuk
membentuk peradaban.
Sejalan
yang dikatakan Ki Hajar
Dewantara ini bahwa pada abad 21
pendidikan telah berubah karena zamannya. Akan tetapi, nilai luhur
dari bangsa kita tidak boleh
untuk berubah. Pendidikan
seharusnya mengajarkan sesuai dengan nilai
budaya yang kita
miliki bukan terpengaruh
dengan segala kemajuan
teknologi dapat mengubah nilai-nilai
humanis tertanam di masyarakat
kita. Adanya permasalahan
esensial yang kita takuti
terjadi di dalam sekolah
kita tentang tergerus nilai-nilai
Pancasila yang sudah ditanamkan
dari zaman dulu maka
dengan program guru penggerak ini
dapat menciptakan iklim
belajar yang baru
agar terjadi keselarasan dan keberpihakan
kepada peserta didik.
Hal ini juga melandasi merdeka
belajar untuk mencapai profil
pelajar pancasila yang akan dimiliki
peserta didik di tengah
masyarakat, maupun di sekolah.
Pentingnya profil pelajar pancasila
ini agar peserta didik kita
tidak menjadi manusia yang
egois atau individualis
terhadap lingkunganya.
Pertimbangan ini menjadikan
penulis calon guru penggerak
membuat rencana aksi nyata yang
akan dilakukan dalam skala kecil
terlebih dahulu yaitu
pada kelas VIII A SMP Negeri 5 Jelimpo. Penulis memilih kelas VIII A karena pertimbangan
bahwa penulis sebagai
wali kelas dan mengampu mata pelajaran bahasa Indonesia d kelas ini. Penulis ingin
menjadikan kelas VIII A sebagai role
model dari penerapan profil pelajar Pancasila di SMP N 5 Jelimpo. Alasan menumbuhkan semangat gotong royong pada kelas ini karena penulis
ingin meningkatkan kepdulian
antarsiswa, menghilangkan sifat
egois yang dimiliki siswa, dan secara berkelompok mampu
menciptakan dan
menyelesaikan permasalahan pada pembelajaran bahasa Indonesia pada
khususnya.
B.
Tujuan
Berdasarkan
latar belakang di atas
penulis merinci tujuan rencana aksi
nyata sebagai berikut.
1. Menerapkan pembelajaran bahasa Indonesia secara berkelompok yang kompetitif dalam belajar.
2. Menciptakan suasana belajar bahasa Indonesia yang menyenangkan.
C.
Linimasa
yang Akan Dilakukan
Berdasarkan tujuan
di atas penulis merinci linimasa
yang akan dilakukan sebagai berikut.
|
NO. |
Hari,tanggal |
Deskripsi Kegiatan |
Keterangan |
|
1.
|
Selasa,
3 Nov 2020 |
Pendidik
menyosialisasiakan kegiatan penanaman nilai gotong royong kepada kelas VIII A dengan
memperhatikan protokol
kesehatan |
Foto atau
Video |
|
Pendidik membagi
peserta didik dalam kelompok berdasarkan tempat
tinggal dan membuat kesepakatan
kelas |
|||
|
2.
|
Rabu
dan Kamis, 4 & 5 Nov 2020 |
Pendidik menyiapkan
materi berupa video
yang dikirim kepada peserta didik dan tugas yang harus diselesaikan |
Foto |
|
3.
|
Jumat,
6 November 2020 |
Pendidik mengirim
tugas kepada grup wa kelas yang
sudah dibuat. |
Foto |
|
4.
|
Sabtu-
Senin (7—9 November 2020 |
Peserta
didik berdiskusi tentang tugas yang diberikan
pendidik. |
|
|
Peserta
didik mendokumentasikan kegiatan
yang mereka lakukan. |
|
||
|
Peserta
didik boleh konsultasi
dengan pendidik menggunakan
wa |
|
||
|
5.
|
Selasa,
10 November 2020 |
Peserta
didik mengumpulkan tugas mereka yang
telah mereka buat bersama kelompok |
|
|
6.
|
|
Pendidik menginfokan kepada peserta didik untuk presentasi tugas yang
mereka buat pada hari yang
ditentukan. |
|
|
Pendidik meminta kepada peserta didik
menentukan setiap anggota kelompok mengemban tugas masing-masing ketika diskusi. |
|
||
|
7.
|
Rabu,
11 November 2020 |
Pendidik
menilai tugas yang telah dibuat oleh
peserta didik |
|
|
8.
|
Jumat,
13 November 2020 |
Peserta
didik mempresentasikan tugas
mereka dan ditanggapi
oleh kelompok lain. |
|
|
9.
|
Selasa,
17 November 2020 |
Pendidik meminta mereka merefleksikan manfaat dari bergotong royong dalam kelompok |
|
|
10.
|
Jumat,
20 November 2020 |
Pendidik mengirim
tugas lanjutan untuk umpan
balik dari manfaat bergotong royong |
|
|
Peserta
didik diminta membuat karya baik karya
berupa audio, visual, atau audiovisual |
|
||
|
11.
|
Selasa,
24 November 2020 |
Pengumpulan karya
dan testimoni dari peserta didik selama kegiatan |
|
D.
Dukungan yang
Dibutuhkan
Berdasarkan rencana aksi nyata yang dibuat , penulis memerlukan dukungan sebagai
berikut.
1. Bahan dan Alat
a.
Kertas manila
b.
Origami
c.
Sticky
note
d.
Cat Warna
e.
Spidol
f.
Infokus
g.
Laptop
h.
HP
i.
Printer
j.
Lem
k.
Double
tip
2. Tenaga
a.
Keluarga untuk mendukung moril dan materiil
ketika melakukan proses ini
b.
Kepala sekolah mengizinkan dan mendukung melakukan rencana
aksi nyata
c.
Rekan sejawat dalam membantu
menyiapkan peralatan pembelajaran dan dokumentasi
d.
Peserta didik mengikuti
dan dapat menerapkan sesuai kesepakatan.
3. Cara mendapatkan dukungan
a.
Penulis mengkomunikasikan rencana
aksi nyata ini kepada pihak
yang terlibat.
b.
Penulis
meminta dukungan kepada
semua pihak yang
membantu
c.
Penulis
mencatat bahan dan alat yang dimiliki
penulis untu kegiatan ini
d.
Penulis
juga memberitahu kepada peserta
didik untuk membawa peralatan yang
disesuaikan dengan kegiatan
e.
Penulis
mengonfirmasi kepada kepala
sekolah tentang bahan dan alat yang dapat
digunakan oleh penulis.
f.
Penulis
juga berkoordinasi dengan rekan
se.jawat untuk kegiatan rencana aksi
nyata ini dan membantu untuk mendokumentasikan.
E.
Tolok
Ukur
1.
Kelompok dapat menyelesaikan tugas sesuai
kesepakatan waktu yang
sudah ditentukan.
2.
Hasil karya yang kelompok
buat sesuai dengan perintah
3.
Setiap
anggota kelompok dapat berperan
sesuai peran ketika
memaparkan hasil kelompok mereka.
4.
Bukti
berupa foto atau video ketika
mereka mengerjakan secara
berkelompok.